Buku Wanita Ladies Online Book Store  Toko Bukunya Para Wanita
Welcome to www.BukuWanita.net ... Ladies Online Book Store ... Shipping With Love From Tangerang Indonesia ^_^
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Categories
Others
Others
Others
Others
Ngorder
News
5 April 2017
Tutup ORDER bulan April - Juni 2017
Tutup April - Juni 2017 detail

9 September 2016
Qurban Buku disc 30%
Periode Promo smp tgl 29 September 2016 detail

5 September 2016
Pre Order Buku Live Love Laugh Bareng Ria Ricis
Periode Promo Sampai tgl 14 September 2016 detail

26 Agustus 2016
Pre Order Novel Terbaru TWIGORA
Periode Promo sampai tgl 2 September 2016 detail

1 Juli 2016
Tidak Menerima Order via Chat selama Juli 2016
Tutup order via Chat tgl 1-31 Juli 2016 detail

» index berita
Newsletter
Others
Others

»

#39 of 58 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Habis Galau Terbitlah Move On

Price Rp 63.000
Rp 56.700
Beli Aja

Judul      : Habis Galau Terbitlah Move On

Penulis   : J. Sumardianta

Ukuran   : 13 x 20,5 cm

Tebal      : 352 hal

"Guru bermental driver bukan passenger."

—Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., founder Rumah Perubahan

 

 “J. Sumardianta adalah guru anak pertama saya saat SMA. Dia jadi guru idola karena penampilan ‘Mbangun Desa’-nya.”

—Butet Kartaredjasa, aktor

 

“J. Sumardianta adalah ‘koki’ yang hebat. Setiap kali membaca karyanya, saya kerap disuguhi bacaan yang bahasa tulisnya tertata, bening, dan ‘nendang’.”

—Hernowo, penulis

 

 

 

 

 

Sahabat zaman digital yang susah ditinggal: internet, surel, socmed, laptop, kamera digital, wikipedia, e-banking, smartphone, Google, dan mal. Sahabat lama zaman kertas yang kini makin menjauh: kertas surat, permainan gobag-sodor, prangko, pak pos, TVRI, buku pintar, kertas buram, buku kenangan, dan buku primbon.

Orang zaman digital lebih sengsara bila fakir sinyal ketimbang fakir miskin. Mencerdaskan kehidupan sosial media, itulah kredo masyarakat zaman digital. Menyejahterakan pemikiran fesbuker-tweper dan ikut melaksanakan ketertiban dunia maya. Hermawan Kertajaya, begawan marketing, bilang, “Siapa pun Presiden RI 2014 harus memenangkan hati youth, women, dan Indonesian netizen.”

Seperti pendidikan yang disiapkan generasi nomaden buat anak-anak generasi agraris, dan seperti pendidikan yang disiapkan generasi agraris buat anak-anak generasi industri, sistem pendidikan dirancang generasi immigrant digital buat generasi native digital. Generasi native digital yang buta huruf pun tidak kesulitan mengoperasikan internet.

Revolusi TIK merupakan sumber dari segala perubahan, tanpa kecuali dunia pendidikan. TIK itu driver penggerak perubahan masyarakat. Ada tiga pergeseran yang di-drive TIK.

Pertama, perubahan dari eksklusif menjadi inklusif. Dinding penyekat sosial dirobohkan internet. Masyarakat makin inklusif dan transparan. Kalau profesi pendidik mau sustainable, tak longsor wibawa, harus makin melek internet.

Kedua, pergeseran vertikal ke horisontal. Model relasi kuasa guru-murid dan dosen-mahasiswa sudah tidak relevan lagi. Guru bukan lagi satu-satunya sumber knowledge dan wisdom. Media sosial (FB, Twitter, BBM, Path, Instagram, Youtube) mengambrukkan guru-guru tiran.Socmed mengubah lanskap sosial. Era nobody (bukan siapa-siapa) menjadi somebody (terpandang). Fatin Sidqia Lubis X-Factor tenar berkat Twitter. Era horizontalisasi socmed mengubah lanskap pendidikan. Guru sejajar dengan murid. Mereka tidak bisa lagi mengobjekkan murid.

Ketiga, sebagai konsekuensi inklusivitas dan horisontalisasi, terjadi pergeseran individual ke sosial. Guru dan murid menyatu dalam komunitas. Misalnya, komunitas Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan.

Sudah bukan zamannya guru buta internet dan tuli socmed. Watak socmed itu dialog (interaktif). Beda dengan perilaku guru yang cenderung monolog saat berinteraksi dengan murid di kelas. Para guru bakal mati kutu bila pada era socmed cenderung bersikap eksklusif, pola relasinya tetap vertikal dan individual.

Guru zaman digital harus inklusif, horisontal, dan sosial. Guru tidak bakal ditengok bila masih berparadigma analog. Guru era digital tidak mungkin mengajar dan mendidik dengan cara-cara zaman kertas. Zaman digital itu zaman VUCA: vitality (dinamis dan cepat berubah), uncertainty (sulit diprediksi), complexity (rumit penuh komplikasi), dan ambiguity (membingungkan penuh paradoks).

Search
Search:
Information
Others
INPUT RESI JNE DISINI

Reload Captcha
Testimonial
Viko Azi Cahya
terima kasih, buku sudah diterima packing rapi dan pengiriman cepat terima kasih

Aan Marlina
Buku Handmade Craft Projects dan Ideas : Craft Populer sudah sampai dengan cepat. Terima kasih.

aida martha
[URL]
makasih kak, akhirnya novel sampai di tangan setelah transit di alamat teman (o^^o)♪ tapi mau nanya, ini saya order 3 novel, nah apa yang dapat tottebag memang cuma 2 ??

Dea S A
Terima kasih, novel "Apapun Selain Hujan"nya sudah saya terima.:)

Aulia Resky
[URL]
Paket novel Apapun Selain Hujan+TTD+Totebag sudah sampai!:D Terima kasih:)

» lihat testimonial
» isi testimonial

Jadwal Pengiriman :

Pengiriman JNE/J&T Ekspress/Wahana/SiCEPAT/GoSEND Setiap Senin - Sabtu (Sabtu Kecuali Go Send), Minggu/Libur Nasional Tidak ada pengiriman.

Pengiriman dari Tangerang, Banten, Indonesia 

MarketPlace Kami :

Shopee/Tokopedia/Bukalapak 

User : BukuWanita

Social Media :

Twitter/Instagram @BukuWanita|FB Fan Pages Buku Wanita

Chat Order : 

Line @BukuWanita (pakai @ ya!)

WA +628888413707

© 2013 - 2018 Buku Wanita www.BukuWanita.net

"Ladies Online Book Store"


Toko Online