Welcome to www.BukuWanita.net ... Ladies Online Book Store ... Shipping With Love From Tangerang Indonesia ^_^

»

#31 of 57 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow The Girl

Price Rp 45.000
Rp 40.500
Beli Aja

Judul     : The Girl 

Penulis  : Lee Myonghi

Ukuran  : 14 x 20,5 cm

Tebal    : 272 hal

Korea Selatan dan Korea Utara menjadi dua negara pada 1945. Uni Soviet berencana mengelola bagian utara dari semenanjung Korea, sedangkan Amerika Serikat bagian selatannya, hingga kedua negara adidaya tersebut menyepakati persyaratan penyatuan kedua belahan itu kembali. Kesepakatan tersebut tidak pernah terlaksana. Kedua pemerintahan terpisah yang terbentuk ternyata mengaku sebagai penguasa sah Korea secara keseluruhan. Pada musim panas 1950, dengan restu dari Joseph Stalin, Korea Utara menyerbu Korea Selatan dengan maksud mempersatukan Korea seutuhnya di bawah kekuasaan pemerintahan komunis. Kota tempat tinggalku berada tepat di jalan penyerangan itu. Amerika Serikat menjatuhkan ratusan ribu ton bom dan tiga puluh ton bom di daratan Korea. Tiga juta orang Korea terbunuh. Lebih dari 30.000 orang Amerika kehilangan nyawanya dan 130.000 orang Cina tewas. Ketika tentara Korea Utara akhirnya dihentikan oleh pasukan gabungan Amerika dan Korea Selatan, mereka mundur sambil membantai puluhan ribu tahanan perang dan masyarakat sipil.

 

Kampung halamanku berada di jalan tempat berlangsungnya penarikan mundur pasukan yang berdarah ini. Sebuah gencatan senjata ditandatangani pada musim panas 1953. Kedua negara baru itu membangun sebuah kesetimbangan yang tegang, tetapi perang itu telah melumpuhkan perekonomian kedua belah pihak, menyisakan masyarakat yang hancur, dan semenanjung yang rusak. Ribuan keluarga tercerai-berai. Orang-orang Korea, termasuk keluargaku, pada akhir tahun lima puluhan dan awal tahun enam puluhan berusaha bangkit kembali dari akibat perang saudara itu. Namun pada musim salju 1971 itu, Korea adalah salah satu dari negara termiskin di Asia—begitu miskinnya sehingga banyak keluarga, termasuk keluargaku, tidak mampu memberi makan anak-anak mereka sendiri dan terpaksa menyerahkan mereka ke panti-panti asuhan. Pada 18 Desember 1971, Hyogi dan aku dibawa dengan sebuah pesawat yang berisi anak-anak adopsi Korea menuju Amerika. Ketika itu, aku berusia lima tahun. Di sinilah kisahku bermula…